Panduan Puasa Tasu'a dan Asyura, Niat, Jadwal, dan Keutamaannya

Salah satu amalan yang paling dianjurkan di bulan Muharram adalah puasa sunnah, khususnya puasa Tasu'a dan Asyura. Kedua puasa ini bukan sekadar tradisi, melainkan amalan yang diajarkan langsung oleh Rasulullah dan memiliki keutamaan yang sangat besar. Bagi banyak umat Islam, puasa Asyura menjadi salah satu momen yang paling ditunggu setiap tahunnya sebagai sarana untuk meraih ampunan dan keberkahan di awal tahun Hijriah. Untuk menemani ibadah Anda di hari-hari istimewa ini, sempatkan pula membaca Al-Qur'an melalui Baca-Quran.id.

Apa Itu Puasa Tasu'a dan Asyura?

Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram, dan memiliki sejarah yang sangat panjang bahkan sebelum Islam datang. Ketika Rasulullah tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi juga berpuasa pada hari itu sebagai bentuk syukur atas diselamatkannya Nabi Musa dari Fir'aun. Rasulullah kemudian menyatakan bahwa umat Islam lebih berhak untuk bersyukur atas kemenangan Nabi Musa, dan beliau pun memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa. Adapun puasa Tasu'a dikerjakan pada tanggal 9 Muharram, yaitu sehari sebelum Asyura. Rasulullah menganjurkan tambahan puasa pada tanggal 9 agar berbeda dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 semata. Dengan demikian, mengerjakan keduanya sekaligus adalah cara terbaik untuk mengamalkan sunnah ini secara sempurna.

Jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura 2026

Berdasarkan kalender Hijriah 1448 H, bulan Muharram diperkirakan dimulai pada pertengahan Juni 2026. Dengan demikian, puasa Tasu'a dan Asyura diperkirakan jatuh pada sekitar tanggal 24 dan 25 Juni 2026. Namun perlu diingat bahwa penetapan awal bulan Hijriah bisa berbeda tergantung pada hasil rukyat hilal, sehingga tanggal pastinya tetap mengikuti pengumuman resmi dari pemerintah atau lembaga yang berwenang. Sebaiknya Anda mengikuti pengumuman terbaru menjelang waktunya agar tidak keliru dalam penentuan tanggal puasa.

Niat Puasa Tasu'a dan Asyura

Niat puasa sunnah boleh dilakukan mulai dari malam hari sebelum berpuasa hingga sebelum waktu Zuhur, dengan syarat belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Fleksibilitas waktu niat ini merupakan kemudahan yang diberikan Islam untuk puasa sunnah, sehingga jika seseorang baru teringat di pagi hari dan belum makan apapun, ia masih bisa berniat dan berpuasa. Berikut adalah lafaz niat untuk masing-masing puasa.

Niat Puasa Tasu'a (9 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Taasuu'aa-a sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berpuasa Tasu'a, sunnah karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Asyura (10 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma 'Aasyuuraa-a sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berpuasa Asyura, sunnah karena Allah Ta'ala."

Keutamaan Puasa Asyura

Keutamaan puasa Asyura sangatlah besar dan telah disampaikan langsung oleh Rasulullah dalam banyak hadis yang shahih. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah menjelaskan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil pada tahun sebelumnya. Ini adalah karunia yang luar biasa dari Allah, di mana sebuah hari puasa bisa menjadi penghapus kesalahan-kesalahan yang mungkin tidak kita sadari telah kita lakukan selama setahun penuh. Keutamaan ini menjadikan puasa Asyura sebagai salah satu puasa sunnah yang paling banyak dikerjakan oleh umat Islam di seluruh dunia, setelah puasa Arafah di hari ke-9 Dzulhijjah. Selain itu, mengerjakan puasa Tasu'a sehari sebelumnya menjadi bentuk kesempurnaan dalam mengikuti sunnah Rasulullah, sekaligus menambah pahala berlipat di bulan yang dimuliakan Allah ini.

Melengkapi Ibadah di Bulan Muharram

Puasa Tasu'a dan Asyura akan terasa jauh lebih bermakna bila dilengkapi dengan amalan-amalan lain yang dianjurkan di bulan Muharram. Memperbanyak sedekah, memperbanyak dzikir dan istigfar, serta membaca Al-Qur'an dengan lebih rutin adalah cara untuk memaksimalkan keberkahan bulan yang mulia ini. Bayangkan bagaimana Allah akan memandang hamba-Nya yang tidak hanya berpuasa, tetapi juga mengisi hari-harinya dengan kebaikan yang beragam di bulan yang Dia muliakan. Untuk mengetahui amalan lain yang dianjurkan secara lebih lengkap, silakan baca artikel Amalan dan Keutamaan Bulan Muharram serta Sejarah dan Makna Tahun Baru Islam.

Semoga Allah memudahkan kita untuk mengerjakan puasa sunnah yang penuh berkah ini dan menerima seluruh amal kebaikan kita. Untuk membaca Al-Qur'an secara lengkap, silakan kunjungi Baca-Quran.id.

Diskusi